Totale bladsykyke

Woensdag 08 Mei 2013

ASSESMEN KINERJA DAN ASSESMEN PORTOFOLIO


Telah kita pelajari sebelumnya tentang beberapa assesmen. Disini kita akan mempelajari bentuk otentik meliputi asesmen kinerja, observasi dan pertanyaan, presentasi, diskusi, proyek, investigasi, fortofolio dan jurnal. Salah satu assesmen yang cocok digunakan pada pembelajaran IPA SD adalah assesmen kinerja dan assesmen portofolio. Sekarang kita akan mempelajari assesmen kinerja dan assesmen portofolio lengkap dengan cara merancang dan mengembangkannya.
A.    Assesmen Kinerja
Assesmen kinerja merupakan penilaian terhadap proses pengaplikasikan suatu ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa melalui proses pembelajaran, yang menunjukkan hasil pada proses produk. Assesmen proses berprinsip pada proses keterampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Assesmen kinerja sangat cocok digunakan untuk menggambarkan proses kegiatan atau unjuk kerja. Penilaian proses merupakan penilaian berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa.
Assesmen ini melibatkan siswa yang mempunyai keterampilan tertentu. Oleh karena itu, metodologi asesmen ini memberi peluang kepada guru untuk menilai hasil belajar siswa dengan cara melakukan pengamat. Assesmen kinerja mengharuskan guru untuk mengamati siswa pada saat mereka sedang bekerja atau mengerjakan tugas, selain itu guru juga dapat menguji hasil-hasil yang diperoleh siswa , serta melakukan penilaian terhadap penguasaan atau  kecakapan yang dicapai oleh siswa.
Hal-hal yang harus dipahami dalam assesmen kinerja adalah kita mendisain dan mengembangkan assesmen kinerja untuk digunakan di kelas kita sendiri. Assesmen sendiri merupakan suatu alat yang   yang memberikan cara-cara yang efisien dan efktif untuk menilai berapa hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan.
cara melaksanakan asesmen kinerja, diantaranya sebagai berikut :
·         Assesmen Kinerja Klasikal digunakan untuk mengakses kinerja siswa secara keseluruhan.
·         Assesmen Kinerja Kelompok digunakan untuk mengakses kikerja kelompok.
·         Assesmen kinerja individu digunakan untuk mengakses kinerja individu.
Pada dasarnya guru dapat mengatur secara fleksibel tentang kinerja-kinerja yang akan diakan diakses dalam waktu tertentu.
Fase dalam assesmen kinerja meliputi :
1.      Fase 1: mendefinisikan kinerja. Pada tahap ini menentujukan kinerja apa yang akan dinilai.
2.      Fase 2 : Mendesain latihan-latihan kinerja. Setelah menentukan kinerja yang akan dinilai tahap berikutnya adalah menyediakan pembelajaran yang akan dinilai.
3.      Fase 3 : melakukan penilaian dan perekaman pencatatan hasil.
Assesmen kinerja bersifat fleksibel dalam pengembangannya, tetapi ada yang perlu diperhatikan yaitu ketika meninjau faktor-faktor dalam konteks untuk menganbil suatu keputusan. Pada dasarnya faktor utama yang perlu diperhatikan dalam proses seleksi assesmen sesuai dengan prestasi peserta didik.
Dalam klasifikasi kerja, pemakai bebas memilih dari suatu rentangan sasaran prestasi, assesmen kerja dapat difokuskan pada sasaran khusus dengan mengambil tiga keputusan desain : merumuskan jenis, mengidentifikasi yang akan dinilai dan menetapkan kriteria kinerja. Kegiatan dalam komponen pengembangan latihan harus diperhatikan hal yang kan menyebabkan siswa melakukan kegiatan tertentu yang dapat merefleksi tingkat prestasi yang dicapai siswa. Dalam hal pensekoran, penilaian harusnya dilakukan dengan lebih satu orang agar penilaiannya akurat.   

B.     Assesmen Portofolio
1.      Pengertian
Penilaian merupakan rangkaian dari proses pembelajaran. Penilaian merupakan langkah-langkah untuk menilai kwalitas proses dan hasil belajar siswa atau langkah untuk menentukan tingkat pencapaian belajar peserta didik. Dewasa ini guru melakukan penilaian dengan berbagai bentuk atau cara antara lain tes uraian, menjodojkan, menjodohkan, pilihan ganda.
Selain menggunkan bebtuk-bentuk tes di atas, guru juga mulai beralaih ke pendekatan lain misalnya tes penampilan dan penilaian portofolio. Semua indikator proses dan hasil belajar dicatat dalam dokumen yang terdiri :
1.      Hasil ulangan harian dan ulangan umum disimpan dalam map
2.      Catatan perilaku harian siswa
3.      Laporan hasil kegiatan siswa di luara sekolah.
Kesimpulannya dalah dalam indikator proses proses dan hasil belajar siswa dikumpulkan menjadi satu bendel. Baru guru menentukan nilai rapotr setiap siswa.  Penilaian berbasis portofolio adalah suatu usaha untuk memperoleh informasi secara berkala, berkesinambungan, menyeluruh tentang proses hasil tumbuh kembang, sikap, keterampilan peserta didik, dokumen dan catatan pengalaman belajar.

2.    Landasan Pemikiran
Landasan model portofolio sebagai berikut:
1)      Membelajarkan kembali
Menilai adalah mencari informasi tentang pengalaman belajar peserta didik tersebut digunakan sebagai balikan untuk membelajarkan mereka kembali.
2)      Merefleksi Pengalaman Belajar
Merupakan suatu gagasan yang baik apabila penilaian dijadikan media untuk merefleksi pengalaman yang telah dimilki siswa dan kegiatan yang telah dilakukan. Refleksi pengalam belajar merupakan cara untuk menghindari kesalahan dimasa yang akan datang untuk meningkatkan kinerja.

3.      Prinsip Dasar
a. Prinsip Penilaian Proses dan Hasil
Proses belajar yang dinilai misalnya catatan perilaku harian. Terakhir penilaian proses dapat dilakukan terhadap laporan aktifitas siswa diluar sekolah.
b.      Prinsip Penilaian Berkala dan Berkesinambungan
Tujuan dilakukan penilaian berkala adalah untuk memudahakan pengorganisasian nilai-nilai. Sedangkan tujuan dilakukan secara berkesinambungan dalah untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan pengalaman belajar peserta didik.
c.       Prinsip yang Adil
Penilai yang baik hendaknya memperhatikan kondisi dan perbedaan-perbedaan individu. Hal ini dilakukan berkaitan dengan masalah keadilan.  Sehingga hasil menggambarkan prosesnya.
d.      Prinsip Penilaian Implikasi Sosial Belajar
Belajar hendaknya melahirkan implikasi sosial yakni pengaruh proses dan hasil belajar. Misalnya, setelah mempelajari sains dapat mencintai sesama mahkluk hidup.
e.       Refleksi Bersama
Memberikankesempatan untuk melakukan refleksi bersama-sama, dimana pesrta didik dapat merefleksi tentang proses berfikir, tentang pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan mengamati pemahaman tebtang kompetensi dasar dan indikator yang
f.       Kerahasiaan Bersama
Hasil kerja siswa secara individu atau kelompok tidak diperlihatkan kepada peserta didik atau kelompok lain. Penjagaan rahasia ini dapat memotivasi siswa untuk memperbaiki hasil belajar siswa.
g.      Penciptaan Budaya Mengajar
Penilaaian portofolio akan efektif apabila pengajarnya menuntut siswa untuk menunjukkan kemampuan yang nyata yang menggambarkan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan pada taraf yang tinggi.

4.      Indikator Penilaian
a.     Tes Formatif dan Sumatif
Tes formatif merupakan nilai tes sumatif yang dicatat di buku nilai dan juga harus dicatat pada portofolio masing-masing siswa dengan mencatumkan kapan tes dilaksanakan, pokok bahasan apa yang dinilai.
b.     Tugas Terstruktur
Tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan siswa untuk mendalami materi. Tugas-tugas tersebut dilakukan secara berkala tiap-tiap mata pelajaran.
c.     Catatan Perilaku Harian
Perilaku harian siswa yakni perilaku positif atau perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa pada saat pelajaran berlangsung.
d.    Laporan Aktivitas di Luar Sekolah
Pada laporan aktivitas di luar sekolah ini berisi semua kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa di luar sekolah diwaktu jam belajar.
5.      Pengorganisasian
a)       Perencanaan
Perencanaan penilaian berbasis portofolio terdiri atas perencanaan persatuan waktu ndan perencanaan persatuan bahan ajar.  Pencapaian waktu terdiri dari program penilaian mingguan atau enam bulan. Perencanaan persatuan bahan ajar terdiri atas program penilaian persatuan-satuan pelajaran dan suatu kebulatan bahan ajar.
b)       Pelaksanaan
Pelaksanaan terdiri dari langkah-langkah penilaian yang dilakukan oleh guru, baik penilaian proses maupun hasil belajar siswa, mulai dari pengamatan, penganalisissan dan penarikan kesimpulan.
c)      Penyimpanan
Semua catatan penilaiaan siswa disimpan pada sebuah map. Dokumentersebut dipisahkan kedalam 5 bab. Pertama berisi format penilaian tes formatif dan sumatif, bab kedua berisi penilaian tugas-tuugas terstruktur, ketiga berisi  penilaian perilaku harian, keempat berisi kegiatan belajar di luar sekolah dan kelima berisi lampiran-lampiran.
d)     Penggunaan
penggunaan portofolio bukan saja berguna bagi guru untuk menentukan nilai akhir masing-masing siswa juga dapat dipergunakan oleh siswa sendiri untuk melakukan refleksi dan oleh orang tua siswa untuk melihatb perkembangan belajara anaka mereka.

6.      Keunggulan dan kelemahan
Ø Keunggulan
-          Perubahan paradigma penilaian
penilaia portofolio merubah strategi penilaian dari sekedar membandingkan kedudukan kemampuan peserta didik.
-          Akuntabilitas
Menekankan pada guru sebagai pendidik yang bertanggungb jawab terhadap peserta didik dan orang tua, sekolah dan masyarakat.
-          Peserta dididk sebagai individu dan peran aktif peserta didik
Memungkinkan gueu melihat peserta didik sebagai individu yang masing-masing memiliki karakteristik, kebutuhan dan kelebihan yang tersendiri.
-          Identifikasi
Model ini dapat mengklarifikasi dan mengidentifikasi program pengajaran.
-          Keterlibatan orang tua dan Masyarakat
Salah satu kelebihan portofolio adalah sebagai alat komunikasi dengan adanya keterlibatan pihak luarv seperti guru, orang tua , komite sekolah dan masyarakat.
-          Penilaian Diri
Salah satu kelebihan portofolio adalah mengukur berdasarkan refleksi dan pemikiran kritis masing-masing peserta didik.
-          Penilaian yang fleksibel
Penilaian fleksibel yang bergantung pada indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
-          Tanggung jawab bersama
Guru bersama peserta didik secara bersama-sama bertanggung jawab untuk merancang proses pembelajaran.
-          Keadilan
penilaian yang ideal untuk kelas yang heterogen, yang sangat terbuka bagi guru untuk menggambarkan kelebihan dan kekurangan peserta didik dan memantau perkembangan mereka.

Ø Kelemahan
-          Waktu ekstra
-          Reliabilitas
peilaian portofolio dianggap agak kurang reliabeldan kurang adil dibandingkan dengan penilaian lain yang menggunakan angka seperti ulangan harian, ulangan umum maupun ujian akhir yang menggunakan tes.
-          Skeptisme
orang tua lebih percaya pada tes daripada penilaian portofolio.
-          Hal yang baru
menjadikan belum banyak guru yang mengenal penilaian portofolio.
-          Kriteria penilaian dan analitis
tidak adanya kriteria dalam penilaian
-          Penerapan sekolah
penilaian portofolio terkadang sulit untuk diterapkan di sekolah yang lebih mengenal perbandingan peserta didik melalui skor tes.
-          Format penilaian yang lengkap dan detail
format penilaian yang detail dapat menjebak peserta didik akan terjerumus kedalam suasana kaku dan mematikan.
-          Tempat penyimpanan
penilaian portofolio memerlukan tempat penyimpanan yang memadai apalagi apabila siswa terlalu banyak.

MATERI/BAHAN AJAR


Hewan dan Tumbuhan langka dan asal daerahnya.       
  SK :      4. memahami pentingnya pelestarian jenis makhluk hidup untuk mencegah   kepunahan.
  KD :     4.1 Mengidentifikasikan jenis hewan dan tumbuhan yang mendekati kepunahan

Beberapa jenis hewan liar dan tumbuhan yang tidak dibudidayakan sudah mendekati kepunahan. Berikut ini adalah contoh hewan dan tumbuhan yang sudah mendekati kepunahan adalah sebagai berikut
1. Hewan yang Mendekati Kepunahan
a. Badak Bercula
Badak merupakan hewan paling langka dan paling terancam punah. Badak termasuk hewan mamalia yang mengalami perkembangbiakan yang lama, dalam satu tahun hanya dapat melahirkan anak 1-2 individu. Perkembangbiakannya pun dapat berlangsung jika kondisi lingkungannya stabil. Badak bercula satu ditemukan di daerah Ujung Kulon, Bantensedangkan Badak bercula dua habitat aslinya di Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera. Populasi Badak kian hari semakin menurun karena banyaknya pemburuan liar untuk mengambil culanya.


b. Cendrawasih
Burung Cendrawasih terkenal karena keindahan bulunya yang berwarna-warni. Burung ini hidup menyendiri di lembah-lembah pegunungan hutan tropis dan biasa bersarang di atas kanopi pohon yang tinggi besar. Cendrawasih betina biasanya bertelur dua butir, mengerami dan membesarkan anaknya sendiri. Bulu burung betina dan anak-anaknya berwarna pucat dan mereka berkumpul dalam suatu kawanan agar tidak diganggu musuh. Burung cendrawasih merupakan ciri khas dari Papua. Dengan maraknya penangkapan, penebangan hutan, perkebunan sawit, dan pencarian kayu gaharu hutan di pegunungan dan pedalaman Papua menyebabkan perubahan lingkungan tempat hidup cendrawasih sehingga jumlahnya kian menurun dari tahun ketahun, selain itu penurunan populasi Cendrawasih dikarenakan sifat reproduksi hewan tersebut sangat lamban.

c. Komodo
Komodo termasuk reptil yang bentuknya menyerupai biawak. Penyebaran hewan ini tidak luas hanya terdapat di Pulau Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jumlah komodo di alam bebas semakin sedikit karena jumlah makanannya yang sedikit yaitu daging dan bangkai hewan ternak, oleh karena itu oleh Pemerintah menetapkan komodo sebagai hewan yang dilindungi.

d. Jalak Bali
Jalak bali termasuk burung yang memiliki bulu yang indah, karena keindahannya burung ini banyak ditangkap oleh pemburu liar untuk dijual atau dipelihara sendiri. Sehingga sekarang jumlah burung ini di alam bebas semakin berkurang. Penurunan jumlah jalak bali disebabkan karena habitat tempat burung ini berlindung dan berkembang biak mulai menyempit seiring dengan semakin meningkatnya penebangan hutan.


 e. Anoa.
Anoa merupakan binatang khas dari Pulau Sulawesi (Gambar 4.4). Hewan tersebut hanya hidup di Pulau Sulawesi. Jumlah hewan itu terus berkurang karena tempat hidupnya terus dirusak.


f. Harimau Sumatra merupakan jenis harimau terakhir yang masih hidup di Indonesia.
Harimau Sumatra terus diburu karena meningkatnya permintaan bagian tubuhnya. Kulit harimau banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti tas, sepatu, ataupun bahan pakaian. Harimau Sumatra akan punah jika terus diburu. 



2. Tumbuhan yang Mendekati Kepunahan

a. Rafflesia Arnoldi
Bunga Rafflesia hidup di Taman Nasional Bengkulu, mempunyai ukuran dengan diameter bunga yang hampir mencapai 1 meter. Bunga ini terkenal dengan sebutan bunga bangkai karena mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga digunakan untuk menarik lalat yang hinggap dan membantu penyerbukan. Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan parasit yang memerlukan inang untuk hidupnya. Saat ini kondisi habitat Raflesia Arnoldi sangat memprihatinkan sehingga jumlahnya menurun drastis dari tahun ke tahun. Menyusutnya habitat bunga tersebut di antaranya disebabkan kegiatan manusia seperti pembukaan wilayah hutan baik untuk kegiatan pertambangan, pertanian, maupun permukiman.

b. Pohon Cendana
Pohon cendana termasuk tumbuhan berkayu yang dapat menghasilkan bau harum pada batang dan akarnya. Karena keharumannya pohon ini menjadi sangat berharga. Kayu cendana dipakai sebagai bahan dasar parfum dan sabun. Sifat kayunya yang halus digunakan untuk membuat hiasan. Pohon cendana merupakan tumbuhan kebanggaan dan ciri khas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pohon cendana sekarang jumlahnya semakin berkurang sehingga digolongkan tumbuhan langka. Kebijaksanaan pemerintah yang menetapkan seluruh kayu cendana dimiliki pemerintah baik yang tumbuh alami atau di taman warga menyebabkan masyarakat tidak terdorong untuk melestarikannya. Namun sekarang masyarakat dipersilakan menanam sebanyak-banyaknya dan hasilnya sepenuhnya milik mereka.

c. Anggrek Pensil (Vanda Hookeriana)
Angger pensil (Vanda hookeriana) asal Sumatra adalah jenis anggrek yang langka. Anggrek yang banyak diminati para pencinta bunga itu hidup menumpang pada bunga bakung (Crinum asiaticum). Langkanya anggrek ini, dikarenakan habitat anggrek yang ada di Cagar Alam Dusun Besar (CADB), Bengkulu sudah rusak oleh tangan manusia. Kerusakan tersebut juga menyebabkan bunga bakung mati.
d. Bunga Edelweis Anaphalis Javanica
Edelweis Anaphalis Javanica adalah tumbuhan gunung yang terkenal, tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan memiliki batang sebesar kaki manusia, tetapi tumbuhan yang cantik ini sekarang sangat langka.
Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan dan lebah terlihat mengunjunginya.
Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik Myophonus glaucinus. Bagian-bagian edelweis sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekedar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Gunung Gede-Pangrango. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat dihadapi.
e. Tanaman Pakis Ekor Monyet
Tanaman ini terbilang langka, sinonimnya cukup banyak yaitu pakis hanoman, pakis sun go kong, dll. Nama yang banyak disandangnya tidak lain disebabkan karena penampilan luar dari tanaman pakis ini sendiri.
Tidak seperti tanaman lain yang berdaun, tanaman ini justru berbulu berambut seperti monyet.
Perawatan tanaman ini berdsarkan sumber sumber yang saya baca tidak sulit, yang sulit budi-dayanya menjadikan tanaman ini langka dan banyak diburu oleh para kolektor tanaman langka.


3. Cara mencegah kepunahan :
Untuk mencegah kepunahan dan menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan langka, maka dibentuk suatu daerah konservasi bagi hewan dan juga tumbuhan di alam. Berikut ini beberapa daerah konservasi tersebut :

1. Taman nasional
Merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan

2. Cagar alam
Merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan kepada alam

3. Hutan wisata
Merupakan kawasan hutan yang karena keberadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam dan rekreasi

4. Taman hutan raya
Merupakan kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.

5. Kebun Raya
Merupakan suatu tempat yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.

6. Taman laut
Merupakan wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan atau keunikan alam.

7. Wana wisata
Merupakan kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata hutan

8. Hutan lindung
Merupakan kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

9. Suaka Margasatwa
Merupakan suatu daerah yang ditujukan untuk perlindungan yang diberikan kepada hewan - hewan yang hampir punah.

4. Faktor Alasan Penyebab Kepunahan Suatu Spesies :
1. Daya Regenerasi Yang Rendah
Banyak hewan yang butuh waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang biak, biasa memiliki satu anak perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat anak, sulit untuk kawin, anaknya sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa, dan sebagainya. Tumbuhan tertentu pun juga terkadang membutuhkan persyaratan situasi dan kondisi yang langka untuk bisa tumbuh berkembang. Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya regenerasi / memiliki keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara signifikan. Berbeda dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk melakukan regenerasi.
2. Campur Tangan Manusia
Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.
3. Bencana Alam Besar
Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti bancir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.
4. Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.
Untuk itulah mari kita jaga satwa langka serta tumbuhan langka yang tersisa agar tidak punah dimakan waktu sehingga anak cucu kita bisa melihat hewan dan tumbuhan tersebut secara langsung.




LEMBAR KERJA SISWA
Soal
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, dan d pada jawaban yang paling tepat!
1.      Berikut ini adalah hewan langka, kecuali . . . .
a.          Orang utan
b.         Badak
c.          Gajah
d.         Kuda
2.      Perbuaan manusia yang dapat menimbulkan beberapa hewan menjadi langka adalah
a.          Penebangan hutan terencana
b.         Perburuan hewan yang terus menerus
c.          Penggunaan pestisida yang berlebihan
d.         Penggunaan pupuk yang berlebih
3.      Tumbuhan langka yang mengeluarkan bau tidak sedap adalah . . . .
a.          Cendana
b.         Anggrek hitam
c.           Raflesia arnoldi
d.         Pinus
4.      Hewan langka yang ditemukan di ujung kulon adalah . . . .
a.          Badak bercula satu
b.          Monyet
c.          Anoa
d.         Jalak bali
5.      Di bawah cara mencegah kepunahan hewan dan tumbuhan, kecuali . . . .
a.          Reboisasi
b.         Suaka marga satwa
c.           Hutan lindung
d.         Cagar alam

6.      Pohon cendana merupakan tumbuhan khas dari daerah......
a.       NTB
b.      NTT
c.       Papua
d.      Bali
7.      Berikut merupakan penyebab punahnya cendrawasih di Papua, kecuali...
a.       Penebangan hutan
b.      Makin maraknya penangkapan
c.       Sifat produksinya lamban
d.      Perpindahan tempat hidup cendrawasih
8.      Perusakan lingkunhan akibat perbuatan manusia yang dapat menyebabkan terjadinya kepunahan hewan tertentu....
a.       Kekeringan,longsor dan kebakaran hutan
b.      Pembukaan hutan untuk lahan pertaniaan
c.       Gunung meletus dan pembangunan bendungan
d.      Pemburuan liar dan banjir
9.      Akibat yang dialami manusia karena punahnya hewan dan tumbuhan di antaranya...
a.       Hilangnya sumber buruan
b.      Hilangnya keanekaragaman hayati
c.       Hilangnya kesuburan tanah
d.      Terjadinya banjir
10.   Usaha untuk melestarikan mahkluk hidup yang dilakukan oleh pemerintah adalah...
a.       Cagar alam
b.      Hutan lindung
c.       Hutan produksi
d.      Suaka margasatwa



II. Jawablah pertanyaaan di bawah ini dengan tepat.
1.   Sebutkan minimal 3 tumbuhan yang terancam punah dan daerah asalnya!
2.   Sebutkan cara penaggualangan kepunahan suaru spesies.!
3.   Sebutkan penyebab kepunahan hewan dan tumbuhan disuatu daerah!
4.   Sebutkan minimal 3 hewan yang terancam punah dan daerah asalnya!
5.   Sebutkan 3 keuntungan dari pohon jati !